Sabtu, 09 Mei 2015

SESAL YANG RAPUH

SSESAL YANG RAPUH

Sosok itu.............

Dialah yang membuat aku seperti saat ini

Dialah yang mengajar ku untuk belajar mengenal dunia..

Dialah yang  mampu memberiku sebuah arti hidup yang nyata

Dan sosok itu membuatku merasa sepi sesaat dia telah pergi.

Hari ini, detik ini, dan saat ini

Ku bersimpuh di atas rumahmu..

Di atas kuburan yang telah kau jadikan rumah untuk mu..

Ayah.. terimalah maaf ku..

Aku menyesal tak dapat membahagiakan mu..

Aku mencoba untuk menahanmu..

tapi aku tak mampu..

hanya Dia yang punya kuasa atas segala Bumi..

Ingin ku berteriak untuk memanggilmu.

Namun, sia-sia kau tak lagi ku dapati....

Ayah.. masihkah kau mendengarku??

mengertikah kau akan derita yang ku punya??

mendengarkah engkau saat aku berdoa untukmu??

Bahagiakah engkau disaat aku merasa kebahagiaan disini??

Ku ingin membahagiakanmu..

ku ingin jadi seperti yang kau mau..

aku ingin buktikan pada mereka yang telah mencelah,

menghujat, dan menghina pada masa lampaumu.

saat sesal benar-benar rapuh dalam hati

saat itulah aku harus mampu..

walau aku tak punya banyak waktu..

tapi aku masih punya banyak kesempatan berbenah diri..

Akan aku buktikan walau kau telah tiada

mereka tak lebih hebat darimu ayah

kau Ayah yang luar biasa bagi ku

tak lagi ku sia-sia kan cita dan harapanmu..

Aku akan bangkit dan terus berjuang

demi seorang Ayah yang pernah aku sia-sia kan

tak akan ku buat kau bersedih lagi

seperti saat engkau masih ada disini..

Dahulu orang-orang menjauhimu..

hanya karena sakit dan kemiskinan yang kau punya saat itu..

mereka jahat,.. dan sangat kejam..

tapi aku tak akan hanya diam..

akan ku balas mereka dengan doa, dan kebaikan

yang telah kau ajarkan pada ku..

itu akan membuatmu tenang disana..

Dan, sesal yang rapuh akan mereka dapati disini..

Damailah disana Ayah..

aku mencintaimu.... dan aku tak seburuk yang kau tau..

aku sudah tumbuh dewasa saat ini..

dan akan ku bahagiakan engkau..

ini janji ku dan harapanmu..

Disaat masa lalu begitu kelam.....

masa depanlah yang harus kita cerahkan.

02.08.2014

4myDad. 

MARLYNA AZUMI SITUMEANG.

 

PERUMPAMAAN SENDAL DALAM KEHIDUPAN

Perumpamaan Sendal Kehidupan

Berjalan di atas pasir tanpa sendal akan membuat kita tau bagaimana rasanya berjalan tanpa sendal di antara butiran-butiran pasir yang terjemur di bawah terik matahari. Hidup terkadang membuat kita ingin mencoba dan mengetahui sesuatu hal yang ada di dunia. Karena tanpa kita mencoba, maka kita tidak akan tau.Ketika kita mengetahui rasanya berjalan di atas pasir tanpa sendal, membuat telapak kaki kita semakin kebal dan kuat terhadap butiran-butiran pasir yang terjemur di bawah terik matahari tersebut. demikian hidup, semakin cobaan dan tantangan itu datang di dalam hidup kita. Membuat kita semakin kuat dan tegar untuk menghadapi nya. Tak akan kita dewasa dan mengerti hidup tanpa adanya sebuah pelajaran dalam diri kita. Kebahagiaan hanya akan ada bagi mereka yang sanggup menghdapi suatu masalah dan cobaan yang datang silih berganti di dalam hidup mereka. Jika hanya terus lari dan menghindari dari permasalahan, maka kita tak akan pernah merasakan kebahagiaan dalam hidup kita. Dan tak akan pernah bisa mengerti dan menerima.
"Berhentilah Untuk Mengeluh dan Menyalahkan Diri Sendiri, Tidak Ada Yang Salah Hanya Saja Belum Siap Untuk Menerima."....
CREATE: Marlyna Azumi Situmeang.